Perbedaan Elastomer Karet Jembatan Tipe Polos dan Elastomer Karet Jembatan Tipe Laminasi

Perbedaan antara Elastomer Jembatan Tipe Polos dan Elastomer Jembatan Tipe Laminasi.

Perbedaan antara Elastomer Jembatan Tipe Polos dan Elastomer Jembatan Tipe Laminasi

Elastomeric Bearing Pads| Elastomer Jembatan|Neoprene Bearing Pads|Bantalan Jembatan: Perbedaan antara Elastomeric Bearing Pad Tipe Polos dan Elastomeric Bearing Pad Tipe Laminasi
Perbedaan antara Elastomer Jembatan Tipe Polos dan Elastomer Jembatan Tipe Laminasi





Kemampuan Elastomer Karet Jembatan meningkat daripada
Elastomer Karet JembatanTipe Polos dikarenakan adanya lapisan laminasi 
Stainless / Baja pada bagian dalamnya
Bagaimana Elastomeric Bearing Pads Tipe Polos dan Tipe Laminasi
bereaksi terhadap beban vertikal ( Terlihat pada Gambar dibawah ini ). 

                                              ( Gambar 3 )


Elastomeric Bearing Pads Tipe Polos ( tanpa Plat ) dikompresi beban vertikal ke bawah 
di mana Karet mengembang dan Elastomeric Bearing Pad Tipe laminasi (dengan Plat )
terlihat bahwa Lapisan Plat menyerap sebagian besar beban vertikal 
(Gambar 3).
Gada Bina Usaha Elastomeric Bearing Pads dirancang, diproduksi dan mengikuti persyaratan SNI 03-3967-2008  dan  AASHTO M 251 – 04.
Gada Bina Usaha menggunakan Natural Rubber dan Synthetic Rubber untuk membuat Elastomeric Bearing Pads.
Kami memiliki berbagai tipe ukuran Elastomeric Bearing Pads standard yang kiranya dapat memenuhi kebutuhan dan sangat senang membantu untuk merancang ataupun memproduksi Elastomeric Bearing Pads special sesuai spesifikasi anda.
Kontak kami untuk kebutuhan Elastomeric Bearing Pads (Elastomer Perletakan Jembatan) anda

Gada Bina Usaha- Malang Indonesia
Julius Andreas
Telp          : 0341-795882
Fax          : 0341-795882
Mobile    : 0818386648,081233069330
E-mail    : gadabinausaha@gmail.com

pemeliharaan jembatan, flyover dan underpass

Keberadaan jembatan, flyover, dan underpass sangat terkait dengan peningkatan volume kendaraan.  Jika suatu ruas jalan dengan persimpangan sebidang yang ada ternyata sudah menimbulkan kemacetan atau sudah mengalamai masalah kapasitas jalan.  Maka biasanya akan simpang tidak sebidang dengan bangunan jembatan, flyover atau underpass.

Biasanya kerusakan pada Jembatan, Flyover dan underpass meliputi bermacam macam kerusakan misalnya:

Kerusakan pelat atas (slab jembatan)

  1. Kerusakan bearing Pad
  2. Korosi pada baja tulangan,
  3. Gompal pada permukaan beton
  4. Retak pada girder, pierhead dan kolom
  5. Terjadi deformasi settlement pada abutment atau pier
  6. Kerusakana bangunan pelindung jembatan
  7. Kerusakan perlengkapan jembatan

Untuk menjamin tingkat pelayanan jembatan tetap baik, maka perlu dllakukan perawatan (maintenance).  Jika terindikasi terjadi kerusakan jembatan, maka harus segera dilakukan penelitian dan pengujian jembatan, untuk mengetahui jenis kerusakan, seberapa parah kerusakan dan lokasi atau bagian jembatan dan penyebab tepatnya terjadi kerusakan, sehingga bisa diputuskan penangannan perbaikan jembatan yang tepat sesuai dengan kerusakan dengan biaya yang murah.

Kegiatan ini secara garis besar meliputi antara Lain :

  • Melakukan pemeriksaan secara visual pada struktur pilar, pier head/ Kepala pilar, girder/ gelagar dan pondasi hasil pemeriksaan secara visual akan diperoleh struktur yang memerlukan pemeriksaan khusus.
  • Melakukan dokumentasi kondisi jembatan dengan kamera sebagai dokumentasi dan dasar rekomendasi selanjutnya.
  • Melakukan pemilihan struktur yang akan diuji secara khusus kelayakan teknisnya.

Bagian jembatan yang harus diamati adalah sebagai berikut:

  • Bangunan Atas
  • Bangunan Bawah
  • Aliran Air/Timbunan Tanah
  • Jalan pendekat
  • Perlengkapan

Elemen-elemen jembatan tidak diperiksa secara rinci, tapi aspek-aspek khusus dari jembatan harus diamati sebagai berikut :

  • Pengamatan jembatan sewaktu terdapat lalu lintas; untuk melihat apakah terdapat lendutan dan getaran yang berlebihan
  • Pemeriksaan apakah ada rangka yang rusak, hilang, berubah bentuk, karat atau lapuk, dan perkiraan pengaruhnya
  • Pemeriksaan perletakan dan penahan gempa (seismic buffer)
  • Pemeriksaan bagian sisi bawah lantai beton untuk melihat apakah terdapat retak, selimut beton cukup, adanya bukti terjadinya pengaratan pada tulangan, dan seterusnya
  • Pemeriksaan kemungkinan hilang, rusak atau lapuknya bagian-bagian kayu
  • Pemeriksaan dan amati kualitas lapis permukaan lantai, terutama pada siar muai antara dinding kepala jembatan dan lantai, supaya dapat ketahui kerusakan apa yang mempunyai pengaruh yang berlebihan atau yang membatasi arus lalu lintas
  • Pemeriksaan saluran air pada permukaan lantai dan jalan pendekat, termasuk tanaman serta sampah yang mungkin mengakibatkan pengumpulan air
  • Pemeriksaan siar muai dan karetnya
  • Pemeriksaan sandaran apakah ada yang rusak, longgar, hilang atau berkarat
  • Pemeriksaan apakah ada ujung balok yang rusak
  • Pemeriksaan apakah ada perlengkapan jembatan lain seperti rambu-rambu, utilitas, dan catat bila ada perlengkapan yang dibutuhkan
  • Pemeriksaan apakah ada gerusan di sekitar tanah timbunan, kepala jembatan dan pilar
  • Pemeriksaan apakah ada longsor, penurunan atau settlement di tanah timbunan
  • Pemeriksaan kondisi tiang pancang apakah ada pengaratan, retak, atau penurunan (Bila terlihat )
  • Pemeriksaan apakah terjadi pergerakan sebelumnya atau penurunan pada kepala jembatan
  • Pemeriksaan apakah ada retak dalam beton dan dinding sayap pasangan batu kali, kepala jembatan dan pilar

Pemeriksaan apakah terdapat pengaratan atau pelapukan pada kolom.

Bantalan Karet Jembatan,PELOPOR BUKAN PENGIKUT,Karet Jembatan – Malang, Jawa – Iklan Baris Gratis – Iklanbook

Bantalan Karet Jembatan,PELOPOR BUKAN PENGIKUT,Karet Jembatan – Malang, Jawa – Iklan Baris Gratis – Iklanbook.

Pemakaian Bantalan Elastomer Karet Jembatan (Elastomer Jembatan,Elastomeric Rubber Bearing Pads) pada Jembatan sangatlah penting dalam pembangunan sebuah Jembatan ataupun pembangunan flyover/jembatan layang – jalan tol.

Aplikasi Elastomeric Bearing Pad

 

Karet Bantalan Jembatan/Elastomer Perletakan Jembatan berfungsi sebagai penerus beban pada bagian atas struktur jembatan ke bagian bawah struktur Jembatan.biasanya terletak pada bagian bawah Girder Jembatan.ukuran dan spesifikasi Karet Bantalan Jembatan (Elastomer Perletakan Jembatan,Rubber Bridge Bearing Pads) tergantung pada beban jembatan tersebut,terdapat 2 tipe elastomer jembatan yaitu 1. Karet Bantalan Jembatan Elastomer Jembatan Tipe Polos – Tanpa adanya Plat 2. Karet Bantalan Jembatan Tipe Laminasi – terdapat 2,3,4 ataupun lebih Plat pada bagian dalamnya. Gada Bina Usaha membuat dan menjual Karet Bantalan Jembatan/Elastomer Perletakan Jembatan untuk kebutuhan proyek jembatan anda.kami telah mengirimkan berbagai spesifikasi dan ukuran Karet Bantalan Jembatan/Elastomer Perletakan Jembatan ke berbagai wilayah di Indonesia.Kontak kami untuk ukuran Bantalan Karet Jembatan-Elastomer Perletakan Jembatan anda : Gada Bina Usaha – Malang Julius Andreas Telp : 0341-7769955 Fax : 0341–795882 Mobile 081838 6648 – 0812 330 69 330
The Pioneer Not Follower

MANAJEMEN DAN STRATEGI PENCAPAIAN MUTU JEMBATAN

A. LATAR BELAKANG

Peningkatan sarana transportasi sangat diperlukan untuk menunjang pertumbuhan ekonomi dan menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang. Sesuai dengan perkembangan daerah yang bersangkutan, jembatan merupakan salah satu sarana prasarana transportasi yang sangat menentukan dalam upaya menunjang kelancaran lalu lintas dan meningkatkan aktifitas perekonomian di daerah yang mulai berkembang. Oleh pembangunan jembatan baik kualitas maupun kuantitasnya mempunyai arti penting untuk guna menunjang tercapainya program merupakan hal yang sangat penting jembatan.

Jembatan yang merupakan bagian dari sistem jaringan transportasi darat mempunyai peranan yang akan mendorong pertumbuhan ekonomi dan menunjang pembangunan nasional di masa yang akan datang. Oleh sebab itu perencanaan, pembangunan dan rehablillasi serta fabrikasi konstruksi jembatan perlu diupayakan seefektif dan seefisien mungkin, sehingga pembangunan jembatan dapat mencapai sasaran mutu jembatan yang direncanakan. Manajemen dan strategi pencapaian mutu jembatan harus dilakukan untuk menghindari terjadinya rekonstruksi yang harus dilakukan apabila ada bagian yang tidak memenuhi stándar mutu yang diharapkan. 

Para pemerhati Jembatan Indonesia yang terdiri dari Kalangan Pemerintahan, Akademisi, Konsultan Perencana dan Pengawas, Kontraktor atau Pelaksana Fabrikasi dan Supplier turut terlibat dan bertanggung jawab atas pembangunan jembatan yang efektif, efisien dan berdaya guna sesuai dengan tuntutan zaman dan perkembangan teknologi.

B. MAKSUD DAN TUJUAN

Maksud kegiatan manajemen dan strategi pencapaian mutu jembatan adalah untuk dapat memberikan arahan dan pedoman terhadap pembangunan prasarana transportasi yang berupa jembatan yang memenuhi stándar mutu dan berdaya guna sehingga dapat menunjang strategi Pembangunan Wilayah di Pemerintah Daerah Kabupaten maupun Propinsi.
Tujuan yang hendak dicapai adalah untuk mendapatkan cara penanganan yang efisien dan efektif dalam pencapaian mutu jembatan yang memenuhi stándar.

C. PENGERTIAN JEMBATAN

Jembatan adalah suatu struktur kontruksi yang memungkinkan route transportasi melalui sungai, danau, kali, jalan raya, jalan kereta api dan lain-lain. Jembatan adalah suatu struktur konstruksi yang berfungsi untuk menghubungkan dua bagian jalan yang terputus oleh adanya rintangan-rintangan seperti lembah yang dalam, alur sungai saluran irigasi dan pembuang . Jalan ini yang melintang yang tidak sebidang dan lain-lain.
Sejarah jembatan sudah cukup tua bersamaan dengan terjadinya hubungan komunikasi dan transportasi antara sesama manusia dan antara manusia dengan alam lingkungannya. Macam dan bentuk serta bahan yang digunakan mengalami perubahan sesuai dengan kemajuan jaman dan teknologi, mulai dari yang sederhana sekali sampai pada konstruksi yang mutakhir.
Mengingat fungsi dari jembatan yaitu sebagai penghubung dua ruas jalan yang dilalui rintangan, maka jembatan dapat dikatakan merupakan bagian dari suatu jalan, baik jalan raya atau jalan kereta api.
Berikut beberapa jenis jembatan :
1. Jembatan diatas sungai
2. Jembatan diatas saluran irigasi/ drainase
3. Jembatan diatas lembah
4. Jembatan diatas jalan yang ada (fly over)
Bagian-bagian Konstruksi Jembatan terdiri dari :
Konstruksi Bangunan Atas (Superstructures)
Sesuai dengan istilahnya, bangunan atas berada pada bagian atas suatu jembatan, berfungsi menampung beban-beban yang ditimbulkan oleh suatu lintasan orang, kendaraan, dll, kemudian menyalurkan pada bangunan bawah.
Konstruksi bagian atas jembatan meliputi :
1. Trotoir
2. Sandaran dan tiang sandaran
3. Peninggian trotoir (kerb)
4. Konstruksi trotoir
5. Lantai kendaraan dan perkerasan
6. Balok gelagar
7. Balok diafragma / ikatan melintang
8. Ikatan pengaku (ikatan angin, ikatan rem,ikatan tumbukan)
9. Perletakan (tumpuan)
Konstruksi Bangunan Bawah (Substructures)
Bangunan bawah pada umumnya terletak disebelah bawah bangunan atas. Fungsinya untuk menerima beban-beban yang diberikan bangunan atas dan kemudian menyalurkan ke pondasi, beban tersebut selanjutnya oleh pondasi disalurkan ke tanah.
Konstruksi bagian bawah jembatan meliuputi :
1. Pangkal jembatan (abutment) dan pondasi
2. Pilar jembatan (pier) dan pondasi

D. KRITERIA PERENCANAAN JEMBATAN

Dalam perencanaan teknis jembatan perlu dilakukan identifikasi yang menyangkut beberapa hal antara lain :
Kondisi tata guna lahan, baik yang ada pada jalan pendukung maupun lokasi jembatan berkaitan dengan ketersediaan lahan yang ada.
Kelas jembatan yang disesuaikan dengan kelas jalan dan volume lalu lintas.
Struktur tanah, geologi dan topografi serta kondisi sungai dan perilakunya.

1. Pemilihan Lokasi Jembatan

Dasar utama penempatan jembatan sedapat mungkin tegak lurus terhadap sumbu rintangan yang dilalui, sependek, sepraktis dan sebaik mungkin untuk dibangun di atas jalur rintangan.
Beberapa ketentuan dalam pemilihan lokasi jembatan dengan memperhatikan kondisi setempat dan ketersediaan lahan adalah sebagai berikut :
Lokasi jembatan harus direncanakan sedemikian rupa sehingga tidak menghasilkan kebutuhan lahan yang besar sekali.
Lahan yang dibutuhkan harus sesedikit mungkin mengenai rumah penduduk sekitarnya, dan diusahakan mengikuti as jalan existing.

2. Bahan Konstruksi Jembatan

Ditinjau dari klasifikasi bangunan penyeberangan secara umum, bahan konstruksi jembatan dapat dikelompokkan seperti yang tercantum pada tabel 1.

3. Pemilihan Konstruksi Atas Jembatan

Pemilihan konstruksi atas jembatan ditetapkan dengan mempertimbangkan konstruksi yang kuat, aman, dan ekonomis. Hal yang perlu diperhatikan dalam memilih jenis konstruksi atas antara lain :
1. Mudah pelaksanaannya
2. Biaya pelaksanaan murah
3. Pengadaan bahan relatif mudah
4. Biaya perawatan relatif rendah
5. Cukup kuat dengan biaya relatif murah
6. Bentang sungai

4. Pemilihan Konstruksi Bawah Jembatan

Pemilihan konstruksi bawah jembatan harus memperhatikan kondisi tanah setempat dan pola aliran sungai. Konstruksi ditetapkan berdasarkan pertimbangan kekuatan, biaya, serta kemudahan dalam pelaksanaan. Tahapan yang harus dilakukan dalam perencanaan fondasi jembatan antara lain :
1. Pemeriksaan rencana tahanan lateral ultimit geser maupun tahanan tekanan pasif pada fondasi.
2. Stabilitas terhadap geser dan guling.
3. Kapasitas daya dukung ultimit.
4. Penurunan (settlement) pada fondasi.

BOX GIRDER

Box girder

http://noerilham01.blogspot.com/

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

Bergabunglah dengan 2.286 pengikut lainnya.

%d blogger menyukai ini: